Skip to main content

Featured

Beberapa Alasan Ku Tertarik Untuk Menulis Blog |

WHAY I STARTED BLOGGING”?    Pertama kali mengenal blog adalah ketika jaman SMA dan tidak sama sekali tertarik untuk mengenal lebih lanjut untuk menggunakan aplikasi ini...dan mengenal kembali blog adalah pada saat ikut workshop yang di adakan komunitas Hijaber United Bandung, kemudian berlanjut dengan ikut serta di workshop yang ke 2 yang di adakan oleh komunitas Bandung Hijab Blogger .. ingat betul waktu itu adalah pertama kali aku belajar menulis di blog yang di bimbing oleh Rara dan Teh Nesa, saat itu  pengetahuan ku tentang blog adalah (nol)...yes..nol besar malah. .. syedih yaa.. kkkkkk tapi entah kenapa semangat ingin belajar membuat blog sangat mengebugebu  dan membuat ku penasaran . dan kali ini aku berkolaborasi kembali dengan teman teman di Bandung Hijab Bloger untuk  menulis tentang alasan alasan mengapa saat itu aku ingin belajar  dan muali tertarik  menulis di blog, berikut beberapa alasannya:   1.Aplikasi Blog Ternyata Menyenangkan Bahkan Menghasilkan

PENGALAMAN KU SAAT BERJUANG MELAWAN COVID 19

NITA.LATIF | @nitalatif29

Assalamualaikum semua, kali ini aku mau cerita tentang pengalan ku terkena virus Covid 19 pada awal Juni lalu,     JUJUR .. aku gak pernah nyangka akan terkena virus  mematikan ini, awalnya terang-terangan saja aku termasuk orang yang masih di antara percaya dan tidak percaya dengan adanya virus tersebut dan ketika di nyatakan POSITIF COVID rasanya sedih dan terkejut pastinya.

AWAL MULA TERPAPAR COVID

Awal nya  yang terkena covid itu suami ku, 5 hari sebelum dia terkena covid ada gejala seperti sakit tenggorokan  yang dikira hanya radang biasa, dan mengatasinya dengan meminum minuman sejenis Larutan, namun gejala selanjutnya terjadi demam yang cukup tinggi di sertai batuk , lalu suami ku memeutuskan untuk berobat pada dokter, dan dokter pun menyarankan untuk tes Swab,  pada saat tes Swab menurut suami ku pada saat itu ada 7 orang yang sedang menjalani tes Swab serupa , dan dengan kaget nya hanya dia yang di nyatakan POSITIF.  Kaget sih awal nya , tapi apa yang mau di kata , ketika Alloh sudah berkehendak kami sebagai umat nya menerima dan memutuskan untuk berjuang melawan Covid bersama di sesertai dengan doa agar segera pulih.

Karena virus ini mudah sekali menular, kami pun memutuskan untuk isolasi mandiri, dan suami ku memilih untuk di karantina di rumah saurada yang kebetulan saat itu kosong dan layak untuk di tinggali, semua ini demi  keselamatan bersama, dan dia segera bergegas menisolasi mandiri.

Untuk keperluan selama isolasi suami ku , aku beri perbekalan vitamin ,obat-obatan , buah-buahan ,susu dll, untuk makan , memilih pesan secara online atau di antar oleh saudara yang kebetulan tinggal tidak jauh dari tempat isoman. 

Gejalan sakit tenggorokan mulai aku rasakan 2 hari setelah suami ku menjalani isolasi mandiri , jantung sudah mualai gagdigdug karena aku khawatir sekali  akupun terpapar virus Covid pula, terutama karena di rumah aku punya anak kecil berumur 7 tahun yang harus aku rawat, apa jadinya jika aku sakit dan harus isolasi mandiri?/pikir ku... 

Dan aku mulai mengalami demam dan anosmia, tapi aku belum berani untuk mengecek pada dokter  , dan esok harinya aku semakin sedih karena ternyata anak ku mengalami demam tinggi, aku muali panik dan memberikan nya obat penurun panas dan batuk , Alhamdulillah setelah 3 hari tampak nya demam dan batuk nya pun reda , dan dia terlihat ceria kembali, tetapi aku masih mengalami batuk dan Anosmia dan selama itu aku memakai masker meskipun aku sedang tertidur agar tidak menularkan virus pada anak ku, Akupun menjalani isolasi mandiri , 

Aku memutuskan menitip kan anak pada kaka ku dan menjalani isolasi mandiri, dan mengajak suami agar pulang ke rumah untuk melawan covid bersama, aku rasa imunitas adalah kunci utama kesembuhan, sehingga aku memutuskan agar suami ku pulang dan menjalani isoman bersama, karena jika isolasi mandiri dan tidak ti temani siapapun pasti akan timpul rasa SEDIH , SEPI , DLL. menurut ku itu akan menurunkan imunitas dan jika di jalani bersama tentunya akan berbeda, tetapi denga syarat, kami tidak terlalu berdekatan tetap memakai masket, karena kami sama sama menderita covid.

GEJALA APA SAJA YANG DI RASAKAN ?

* AWAL MULA SAKIT TENGGOROKAN 

* DEMAM

*  DIARE 

* PUSING

* BARUK KERING DISERTAI DAHAK

* ANOSMIA / HILANG PENCIUMAN

*LIDAH TIDAK MERASAKAN INDRA PENGECAP SELAIN ASIN

CARA PULIH ALA KAMI AGAR CEPAT SEMBUH DARI COVID

* Cara kami pulih dari covid tentunya dengan memakan vitamin lengkap seperti vitamin A vitamin B vitamin D  vitamin C ,  semua vitamin yang sesuali dengan anjuran dokter dan para ahli kami minum termasuk yang sedang viral susu BEARBRAND heee, tapi kami tidak terlalu termakan trand dan menurut kami susu UHT  pun kami minum karena khasiat nya sama saja,

* Lalu makan dengan porsi yang lebih banyak dari biasanya

Jujur saja aku termasuk orang yang menjaga porsi makan agar tidak memiliki berat badan berlebih atau dengan kata lain aku Diet sehat dengan cara ku, namun menurut suami ku , agar cepat pulih kita harus makan yang banyak dan jangan memperdulikan berat badan , yang penting sehat saja dulu, dan yaaaaa, aku pun meurut saja karena ingin segera sembuh, meskipun  rasanya bibir ini kelu dan tidak ada nafsu makan , namun aku memaksakan diri untuk makan.

* Rajin berjemur dan berolahraga

Ini point terpenting sih menurut ku, jadi selama terpapar covid aku dan suami berolahraga secara rutin sambil berjemur minimal 30 menit setiap hari 

BERAPA LAMA GEJALA COVID TERSASA DAN AKHIR NYA SEMBUH ?

 Gejalanya terasa selama 12 hari dan anosmia  muali hilang di hari ke 13 di hari ke 14 suami ku menjalani test Swab kembali dan di nyatakan negatif , dan karena aku pun ikut memeriksaakan diri  agar sama sama tahu hasil nya, namu saat itu aku sedikit ragu karena anosmia ku masih terasa dan belum 100% merasakan penciuman, dan betul saya hasinya  tes Swabu masih POSITIF namun menunjukan tanda tanda kesembuhan karena hasilnya mulai samar , tidak pekan , dan kau harus di periksa kembali  4 hari kemudian , dan Alhamdulillah perlahan anosmia ku hilang dan aku merasa sehat kembali 100%.

Sangat bersyukur sekali ketika kami semua di nyatakan sembuh dan bisa kembali sehat dan dapat berkumpul bersama , di saat orang lain banyak sekali yang kehilangan salah satu anggota keluarga mereka karena wabah covid ini, beribu ribu rasa syukur kamipanjatkan karena masih di beri kesehatan, dan tak lupa aku berpesan pada kalian agar tetap melakukan protokol kesehatan dan menjalani hidup sehat agar, kita semua selamat dan wabah ini cepat menghilang dari muka bumi ini aamiin.


Comments

Popular Posts